“Liburan di Pantai”
Seperti
biasa ketika ujian semester berakhir pasti akan ada libur panjang untuk para
siswa. Saya yakin ini salah satu yang paling dinanti-nantikan oleh seluruh
siswa, termasuk saya sendiri pada saat itu. Namun, tidak dipungkuri hal itu
juga masih tetap sama hingga saya menjadi mahasiswa seperti sekarang ini. Setelah
lelah berjuang menghadapi tumpukan tugas terutama soal-soal ujian yang sangat
menguras otak, pasti semua siswa membutuhkan liburan untuk me-refresh
diri.
Ketika
libur Panjang tiba, saya memutuskan untuk berlibur di rumah bibi saya. Saat itu
saya masih merupakan siswa Sd. Mungkin kisaran umur saya pada saat itu, sekitar
delapan atau Sembilan tahun.
Rumah
Bibi saya terbilang cukup jauh, bagi anak seusia saya pada saat itu. Mungkin
jaraknya kisaran 13km dari rumah, hanya beda kecamatannya saja.
Sesuai
dengan namanya yaitu libur panjang, maka liburan pada saat itu 30 hari atau sama
dengan sebulan. Tapi saya tidak menghabiskan sepenuhnya liburan di rumah Bibi.
Alasaannya mungkin termasuk sepele. Tapi sangatlah lumrah jika anak seusia saya
belum bisa berpisah jauh dengan rentang waktu yang lama dengan kedua orang tua.
Kegiatan
yang saya lakukan di rumah Bibi salah satunya yaitu pergi ke pantai. Pantainya
sangat indah dan unik. Pesona hamparan pasir putihnya yang bersih dengan
beberapa rumput laut yang seolah sedang melambai-lambai mengikuti arus pantai. Selain
itu, pantai ini memiliki air yang jernih berwana biru. Banyaknya pohon kelapa
yang mengelilingi pantai ini menjadi nilai tambah keindahannya serta membuat
sekitarnya menjadi sejuk. Pantai yang indah ini memiliki nama yaitu Pantai
Basema. Tiga Pantai yang terpisah tersebut biasanya disebut Pantai Sema 1, Sema
2, dan Sema 3.
Bukan
hanya keindahaannya saja, pantai ini juga memiliki keunikan. Di pantai ini terdapat
3 pantai yang terpisah-pisah di satu Kawasan. Dengan nama yang berbeda-beda.
Pada saat saya ke pantai, saat itu keadan pantainya masih surut atau dangkal. Dengan
demikian, meskipun kita sudah berjalan jauh sekitar 50 meter dari tepi pantai,
ketinggian air lautnya hanya sepinggang atau sedada saja.
Karena
kondisi pantainya yang dangkal, kami memutuskan untuk mencari “bia-bia” (hewan
laut). Bia-bia ini biasa disebut biji bekel. Kami disini yaitu ada bibi,
adik sepupu, dan saya sendiri. Kami mencarinya di bawah tumpukan bebatuan yang
ada di pantai. Karena memang pada umumnya hewan laut ini mendiami bawah batu.
Pencarian bia-bia ini sangatlah seru, karena kami juga bisa melihat
hewan-hewan laut lainnya yang tidak pernah kami lihat sebelumnya. Hewannya seperi
bintang laut, lipan laut, bahkan juga ada ular laut. Ini juga merupakan salah
satu pengalaman pertama bagi saya.
Terdapat
hal menarik lainnya ketika kami melakukan pencarian bia-bia ini.
Ternyata dari ketiga pantai tersebut memiliki bia-bia dengan motif dan
ukuran yang berbeda-beda. Hal ini seperti tingkatan level yang berbeda di
sebuah game. Terdapat bia-bia yang berwarna putih dengan ukuran kecil
dan motif cincin dengan warna keemasan di tengahnya. Serta ada juga yang
berukuran sedang berwarna cokelat dengan motif titik-titik. Setelah kami melakukan
pencarian bia-bia, kami melanjutkan aktivitas dengan berenang sebentar
di sekitar pantai. Airnya sangat menyegarkan.
Setelah
bersenang-senang di Pantai Basema, kami pun kembali ke rumah bibi dengan
membawa bia-bia yang tadi kami kumpulkan. Agar bia-bia ini bisa kami gunakan untuk
bermain, maka mereka kami jemur terlebih dahulu. Alasannya yaitu agar hewan
yang ada didalam bia-bia tersebut bisa keluar sehingga kita bisa mengambil
cangkangnya.
Liburan
di rumah bibi sangatlah menyenangkan. Selain ke pantai, saya bersama sepupu
juga pergi ke Pasar Minggu. Seperti Namanya, pasar ini hanya ada ketika hari
minggu saja. Pasar ini berada di ujung Desa. Sehingga untuk menuju kesana kami
harus berjalan kaki selama beberapa menit.
Saya
bersama sepupu pergi ke pasar lebih awal, yaitu sekitar jam 5 pagi. Pada saat
sampai disana, pasarnya sudah cukup ramai dengan beberapa penjual makanan,
barang-barang, dan warga yang ingin berbelanja. Kami membeli beberapa gorengan dan ku-kue
untuk sarapan pagi nanti. Sama halnya seperti anak-anak pada umumnya, kami juga
membeli mainan serta buku-buku di pasar tersebut.
Setelah
puas berbelanja dan berkeliling di pasar, kami pun bergegas kembali ke rumah
bibi. Itulah adalah salah satu pengalaman yang lumrah tetapi juga menyenangkan.
Dan masih ada juga beberapa kegiatan lainnya yang saya lakukan selama liburan.
Mungkin
bagi sebagian orang, ini merupakan liburan yang terbilang biasa saja. Pergi ke
pantai dan pasar minggu merupakan hal yang lumrah. Meskipun liburan di rumah
bibi hanya beberapa hari saja, tapi bagi saya ini adalah salah satu liburan dan
pengalaman yang cukup berkesan.
Mungkin
itu saja cerita singkat mengenai libur panjang saya di rumah bibi ketika masih
menjadi siswa di bangku Sekolah Dasar. Saya harap pembaca juga dapat merasakan
betapa menyenangkannya liburan ini ketika membacanya.
Terima
Kasih.