2148043 - ANSHI PURWASI HASMANTO DINGGON

 

“Liburan di Pantai”

Seperti biasa ketika ujian semester berakhir pasti akan ada libur panjang untuk para siswa. Saya yakin ini salah satu yang paling dinanti-nantikan oleh seluruh siswa, termasuk saya sendiri pada saat itu. Namun, tidak dipungkuri hal itu juga masih tetap sama hingga saya menjadi mahasiswa seperti sekarang ini. Setelah lelah berjuang menghadapi tumpukan tugas terutama soal-soal ujian yang sangat menguras otak, pasti semua siswa membutuhkan liburan untuk me-refresh diri.

Ketika libur Panjang tiba, saya memutuskan untuk berlibur di rumah bibi saya. Saat itu saya masih merupakan siswa Sd. Mungkin kisaran umur saya pada saat itu, sekitar delapan atau Sembilan tahun.

Rumah Bibi saya terbilang cukup jauh, bagi anak seusia saya pada saat itu. Mungkin jaraknya kisaran 13km dari rumah, hanya beda kecamatannya saja.

Sesuai dengan namanya yaitu libur panjang, maka liburan pada saat itu 30 hari atau sama dengan sebulan. Tapi saya tidak menghabiskan sepenuhnya liburan di rumah Bibi. Alasaannya mungkin termasuk sepele. Tapi sangatlah lumrah jika anak seusia saya belum bisa berpisah jauh dengan rentang waktu yang lama dengan kedua orang tua.

Kegiatan yang saya lakukan di rumah Bibi salah satunya yaitu pergi ke pantai. Pantainya sangat indah dan unik. Pesona hamparan pasir putihnya yang bersih dengan beberapa rumput laut yang seolah sedang melambai-lambai mengikuti arus pantai. Selain itu, pantai ini memiliki air yang jernih berwana biru. Banyaknya pohon kelapa yang mengelilingi pantai ini menjadi nilai tambah keindahannya serta membuat sekitarnya menjadi sejuk. Pantai yang indah ini memiliki nama yaitu Pantai Basema. Tiga Pantai yang terpisah tersebut biasanya disebut Pantai Sema 1, Sema 2, dan Sema 3.

Bukan hanya keindahaannya saja, pantai ini juga memiliki keunikan. Di pantai ini terdapat 3 pantai yang terpisah-pisah di satu Kawasan. Dengan nama yang berbeda-beda. Pada saat saya ke pantai, saat itu keadan pantainya masih surut atau dangkal. Dengan demikian, meskipun kita sudah berjalan jauh sekitar 50 meter dari tepi pantai, ketinggian air lautnya hanya sepinggang atau sedada saja.

Karena kondisi pantainya yang dangkal, kami memutuskan untuk mencari “bia-bia” (hewan laut). Bia-bia ini biasa disebut biji bekel. Kami disini yaitu ada bibi, adik sepupu, dan saya sendiri. Kami mencarinya di bawah tumpukan bebatuan yang ada di pantai. Karena memang pada umumnya hewan laut ini mendiami bawah batu. Pencarian bia-bia ini sangatlah seru, karena kami juga bisa melihat hewan-hewan laut lainnya yang tidak pernah kami lihat sebelumnya. Hewannya seperi bintang laut, lipan laut, bahkan juga ada ular laut. Ini juga merupakan salah satu pengalaman pertama bagi saya.

Terdapat hal menarik lainnya ketika kami melakukan pencarian bia-bia ini. Ternyata dari ketiga pantai tersebut memiliki bia-bia dengan motif dan ukuran yang berbeda-beda. Hal ini seperti tingkatan level yang berbeda di sebuah game. Terdapat bia-bia yang berwarna putih dengan ukuran kecil dan motif cincin dengan warna keemasan di tengahnya. Serta ada juga yang berukuran sedang berwarna cokelat dengan motif titik-titik. Setelah kami melakukan pencarian bia-bia, kami melanjutkan aktivitas dengan berenang sebentar di sekitar pantai. Airnya sangat menyegarkan.

Setelah bersenang-senang di Pantai Basema, kami pun kembali ke rumah bibi dengan membawa bia-bia yang tadi kami kumpulkan. Agar  bia-bia ini bisa kami gunakan untuk bermain, maka mereka kami jemur terlebih dahulu. Alasannya yaitu agar hewan yang ada didalam bia-bia tersebut bisa keluar sehingga kita bisa mengambil cangkangnya.

Liburan di rumah bibi sangatlah menyenangkan. Selain ke pantai, saya bersama sepupu juga pergi ke Pasar Minggu. Seperti Namanya, pasar ini hanya ada ketika hari minggu saja. Pasar ini berada di ujung Desa. Sehingga untuk menuju kesana kami harus berjalan kaki selama beberapa menit.

Saya bersama sepupu pergi ke pasar lebih awal, yaitu sekitar jam 5 pagi. Pada saat sampai disana, pasarnya sudah cukup ramai dengan beberapa penjual makanan, barang-barang, dan warga yang ingin berbelanja.  Kami membeli beberapa gorengan dan ku-kue untuk sarapan pagi nanti. Sama halnya seperti anak-anak pada umumnya, kami juga membeli mainan serta buku-buku di pasar tersebut.

Setelah puas berbelanja dan berkeliling di pasar, kami pun bergegas kembali ke rumah bibi. Itulah adalah salah satu pengalaman yang lumrah tetapi juga menyenangkan. Dan masih ada juga beberapa kegiatan lainnya yang saya lakukan selama liburan.

Mungkin bagi sebagian orang, ini merupakan liburan yang terbilang biasa saja. Pergi ke pantai dan pasar minggu merupakan hal yang lumrah. Meskipun liburan di rumah bibi hanya beberapa hari saja, tapi bagi saya ini adalah salah satu liburan dan pengalaman yang cukup berkesan.

Mungkin itu saja cerita singkat mengenai libur panjang saya di rumah bibi ketika masih menjadi siswa di bangku Sekolah Dasar. Saya harap pembaca juga dapat merasakan betapa menyenangkannya liburan ini ketika membacanya.

 

Terima Kasih.

Read More …